RESENSI NOVEL
Penulis
yang lahir di Jakarta,28 Desember 1984 ini kembali meluncurkan sebuah novel
yang berjudul “Cinta Brontosaurus” setelah buku pertamanya yang telah menjadi
best seller yakni “Kambing jantan”.
Novel ini berisi 13 pengalaman
sang penulis (Raditya Dika) yang dikemas jadi satu novel. Yang pasti sesuai
dengan judulnya novel ini berisikan cerita-cerita cinta sang penulis yang di
kemas menjadi sebuah cerita komedi yang bisa membuat pembaca tertawa terbahak-bahak dengan
keluguan, kelucuan, dan kekonyolan Raditya Dika. Cerita dalam novel ini adalah
pengalaman nyata sang penulis.
“CINTA BRONTOSAURUS”
Menuliskan pengalaman pribadinya menjadi sebuah buku humor
dan tentunya membuat para pembaca terhibur dengan tulisannya. Novel karangan
Raditya Dika yang ini sangat bermanfaat bagi para pembaca remaja khususnya.
Karena bisa dikatakan Raditya Dika di dalam novel ini seperti sedang
melakukan stand up comedy dihadapan para pembaca.
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya para
remaja. Karena ceritanya yang bergenre komedi dan dihiasi cerita tentang
percintaan. Cerita dalam novel ini bertema komedi dan percintaan.
Novel Cinta Brontosaurus ini menceritakan
tentang kisah sehari-harinya seorang penulis buku yang bernama Raditya Dika
yang lahir pada tanggal 28 desember 1984, novel ini dimulai dengan kisah cinta
Raditya Dika saat duduk di bangku SD.
Ketika duduk di bangku SD, Raditya Dika
menyukai seorang anak perempuan di kelasnya yang bernama Lia. Ia memutuskan
menulis surat cinta pada gadis pujaannya itu. Agar terlihat keren, ia berencana
menulis surat tersebut dalam bahasa Inggris. Ia bermaksud mengatakan "Aku
memikirkanmu setiap malam" dalam bahasa Inggris. Sial, ia hanya tahu
bunyinya, tak tahu bagaimana cara menulisnya.
"I thing of you every..." dengan sok tahu ia mulai menulis. Tapi
bagaimana menulis 'Night'? Untunglah pada saat itu ada tayangan Masked Rayder
Knight. Aha! Langsung ia berpikir pastilah itu cara menulis 'Night'. Tanpa
pikir panjang ia melanjutkan menulis "I thing of you every knight".
Untung
tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ternyata Sang Pujaan Hati pernah
tinggal di Amerika. Bukannya menanggapi cinta Dika, dalam surat balasannya Lia
malah mengkritik kata-kata yang salah dalam surat cinta Dika. Jadilah surat
Dika bagai karangan yang sedang dikoreksi oleh guru bahasa Inggris. Lebih parah
lagi karena ternyata Lia sudah mempunyai pacar. Cinta pertama Dika pun berakhir
tragis.
Cerita di atas hanya salah satu dari beberapa cerita dalam buku "Cinta
Brontosaurus". Dalam buku keduanya setelah "Kambing Jantan, Catatan
Harian Pelajar Bodoh" ini, Raditya Dika bercerita tentang pengalaman
hidupnya yang sebagian besar bertema cinta, dari kisah cintanya ketika SD
hingga kisah cinta antara kucing kampung dan kucing persia. Dengan menggunakan
sudut pandang orang pertama, buku ini menjadi menarik karena dibumbui dengan
pikiran-pikiran konyol Dika. Sifatnya yang humoris dan keahliannya mengolah
kata membuat Dika mampu mengemas cerita yang sebenarnya tragis menjadi kocak.
Jika kebanyakan orang berusaha melupakan dan menyembunyikan kejadian yang
memalukan, Dika malah dengan blak-blakan menceritakannya, mulai dari sarung yang
melorot, menghadapi anak yang super bandel di Australia, hingga adegan film
'porno'. Tak hanya itu, Dika juga merelakan ke'abnormal'an para anggota
keluarganya diekspos.
Kelebihan dari novel ini adalah dari cara penyampaian cerita
yang menarik. Yaitu dengan menggunakan istilah sehari-hari sehingga mudah
dimengerti oleh para pembaca. Dan menyampaikan cerita yang aslinya tragis
menjadi “konyol” yang bisa membuat kita tertawa dan tersenyum ketika membaca
novel ini. Selain dari cara penyampaiannya kelebihan dari novel ini ialah isi
ceritanya yang menarik, lucu, dan menghibur.
Kekurangan dari novel ini mungkin hanya pada kata-kata yang
agak vulgar dan tidak disensor, namun tidak menjadi sebuah masalah yang besar
karena semua tertutupi dengan cara penyampaian cerita yang menarik.
Yang jelas novel ini layak dijadikan obat penghilang stres. Pasti siapa saja yang membaca novel ini
akan terbahak-bahak bahkan terbengong-bengong menyimak keluguan, kelucuan, dan kekonyolan Radit! Dan jangan lupa temukan
juga pengertian Cinta Brontosoaurus dalam buku ini.
Novel ini akan lebih bagus lagi apabila
ditambahkan cerita yang lain, tidak hanya tentang cerita percintaan.
Misalkan seperti cerita tentang persahabatan ataupun tentang sosial budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar